Acoustic Worship March 24 2010 part [1] – God the greatest Event Organizer

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Yohanes 12:24

Acoustic Praise and Worship CGF tampaknya menjadi kesempatan bagi Tuhan kembali mengingatkanku dan menunjukkan betapa luar biasanya diriNya dalam mendidikku…

Jika boleh memilih sebetulnya aku sangat ingin untuk menikmati kehidupan yang ‘normal’ seperti orang lain. Ini sudah dimulai bahkan ketika aku kuliah. Rasanya iri, melihat orang lain tampaknya bisa menikmati waktu senggangnya untuk dirinya sendiri. Sedangkan aku sehabis kuliah, selalu saja sibuk dengan PMK (persekutuan mahasiswa kristen) dan sekarang sibuk dengan CGF (Cell Group Fellowship) yang menjadi tanggung jawabku di gereja.

Sebagai koordinator CGF aku berusaha untuk memberi yang terbaik, karena aku sadar bahwa apa yang boleh kulakukan adalah kepercayaan dari Tuhan terhadap diriku. Jujur aku tidak merasa lebih baik dari kebanyakan orang. I’m just an ordinary person, dengan begitu banyak kekuatiran dan kelemahan. Tetapi ditengah semuanya entah kenapa Tuhan masih saja mempercayai diriku untuk menjalankan setiap rancanganNya melalui hidupku.

Sejak awal tahun 2010, sejak aku berdoa untuk visi tahunan bahwa tahun 2010 adalah the FRUITFUL YEAR, aku berusaha untuk menjadi produktif dalam segala kepercayaan yang datang dalam hidupku. Pekerjaan baru di Bank BII di bagian Service Quality yang entah bagaimana nyambung dengan pelayanan yang kupegang di gereja yaitu Koordinator CGF dan beberapa projek yg boleh kupegang.

Setelah sibuk dengan membentuk team CGF, saat ini aku dan team mulai berjuang sungguh-sungguh untuk membangun kelompok sel di gereja. Salah satu programnya adalah mengadakan event special satu bulan sekali. Dan maret ini kami team CGF memutuskan untuk membuat sebuah event pujian dan penyembahan berjudul “Acoustic Praise And Worship – My Journey with God”

Well guys acara tersebut ada di akhir maret dimana aku masih mengurus begitu banyak project di kantor. For sure it make my head full. Jika menuruti perasaan yang ingin kulakukan adalah membatalkannya. Tapi aku tahu bahwa TANTANGAN ADA UNTUK MEMPERBESAR KAPASITAS KITA. Means jika kita ingin memiliki kemampuan yang lebih baik lagi, kita harus menantang diri kita untuk hal-hal yang baru dan memperberat angkatan beban kita. Jadi dengan setengah nekad *hahahahaha* akhirnya aku memutuskan untuk menjalankan plan event ini bersama team.

Pembicaraan dimulai di awal maret, diawali dengan pembicaraan planning, konsep dan akhirnya pada tanggal 20 maret 2010 kita memulai latihan pertama kita berantakan abis. Pemusik banyak yang belum tau lagunya. Aku sendiri overload sama kerjaan sehingga rundown detail belum selesai padahal waktunya tinggal 6 hari lagi. Kemudian selesai latihan kita berkumpul dan bicara, thanks God kita punya team yang begitu antusias untuk melayani Tuhan. Latihan yang harusnya tinggal sehari lagi, dengan penuh kerelaan teman-teman memberikan satu hari tambahan ditambah masih harus diomeli oleh saya *sorry ya guys*..

Senin 22 Maret adalah latihan kedua kita, akhirnya latihan bisa berjalan dengan baik. Bukan hanya latihannya, tapi juga persiapannya. Team acara, dekor, perlengkapan semua bekerja keras. Ditengah-tengah latihan tiba-tiba dapat ide, mesti tampilkan foto-foto sebelum latihan. Akhirnya setelah acara selesai, kita briefing lagi dan aku sharingkan hal ini kepada team, kita mesti antusias dengan apa yang kita kerjakan. Mulai “mempromokan” event ini. Melalui twitter, bbm, facebook dan semua media sosial yang ada. hari itu kita pulang jam setengah 12 malam.

Kejutannya adalah bagaimana Dina tiba-tiba membuat sebuah video preview untuk acoustic worship. Its impress me a lot. Its kind like suddenly realize bahwa Acoustic Worship bukanlah suatu pekerjaan yang dikerjakan sendiri. Ini adalah rencanaNya dan Dia yang menggerakan anak-anakNya utk melakukan pekerjaannya. Dengan antusias kita mulai support dan invite teman-teman untuk hadir diacara ini.

[bagi yang mau lihat videonya klik disini]

Selasa 23 Maret adalah latihan hari terakhir. Badanku sudah mau lepas rasanya, melihat kemana-mana hanya guling dan kasur *it mean harus segera tidur*, tapi thanks God, latihan berjalan dengan baik dan kita bisa selesai lebih awal jam 21.30 hari itu. Akhirnya aku pulang. kepalaku pening banget, tenggorokanku sudah mulai radang. Tapi meski begitu rasanya kepala belum mau berhenti berpikir. Cek persiapan, koordinasi lagi dengan team dan memikirkan promosi. Dan akhirnya aku mendapatkan ide untuk promo event cgf melalui status teman-teman. Akhirnya dengan penuh semangat aku minta bantuan semua teman-teman untuk mengubah status di BBM, Facebook, Ym, twitter dengan status “Acoustic Worship @ GKA Jakarta March 24th 2010-19.00 come and join with us” dan wow.. hari itu juga dan hari berikutnya hampir semua status bbm berubah, di topnews facebook juga muncul status tersebut…

Yang kutahu memang ini bukan sekedar event, acara ini bukanlah sekedar acara untuk bersenang-senang, juga bukan acara untuk memberkati Tuhan or Jemaat saja. Ini adalah acara yang juga dibuat sekaligus untuk membuat sadar sang pembuat acara. When We do our Part and Let God do His Part, that is when miracle happen…

Akhirnya malam itu aku tertidur dan meletakkan semua kekuatiranku ditanganNya… I just cant wait for tommorow…

Foto-foto behind the scene


the singer dan sax player… so bad he can perform :(


Ibu ketua EO sibuk menulis-nulis serius abis.. agak menyeramkan waktu itu hahahahaha


Here is our praise and worship team, minus Messy ya.. sayang dia sakit…

awesome musicians – the shy and talented fanno, and tony yg cantik :)


Extrovert John dan Bayu the drummer…

[klik disini utk lihat selengkapnya]

.:Jafeto really thanksfull God is the greatest Event Organizer ever:.


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

3 Comments

Filed under my story

Derita Sakit Leher

Sakit leher tau gak sih gak enak banget. Dimulai dari dua hari lalu mesti balik dari kantor jam 20.00, dua belas jam sudah aku berada di kantor. Sampai rumah sudah capek banget. Sampai kos langsung mandi habis mandi langsung online, cek email, fesbuk, twitter dan yang lain-lain. Gak tau gimana tiba-tiba saja gue dah tidur. Kebangun jam dua pagi, feel like sumthing wrong with my neck oredi. Akhirnya saya memutuskan untuk tidur lagi…

Pagi hari kemaren feel like disaster… Ternyata leherku sakit sekali. Gak bisa nengok ke kiri bisanya ke kanan saja hahahaha… Aduh swt gimana mau bisa kerja coba.. Dah gitu temen kantor ada yang usil lagi T_T.. Nasib dah pokoknya… Gak enak sakit Leherrrrr aaaaaargh…

Malemnya temen sebelah kamar undang sinsei utk urut, akhirnya aku diurut hasilnya semakin leherku merah-merah dah seperti di cipokin T_T, dan hari ini kemana saja aku pergi semua orang memandangi leherku dengan aneh..

Akhirnya ada temen yang ngomong sama aku “Tadi waktu aku lihat kamu, aku pikir kamu gila sampe segitunya, abis ngapain aja”

Dan akhirnya dah hari kedua leherku masih sakit.. Temen bilang katanya mesti jemur bantal, terus dah gitu bantalnya ditepokin keleher waktu masih anget pasti sembuh…

Ah gak penting yaaaaa.. pokoknya sakit leher gak enak..

Wish me Luck biar cepet sembuh…


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

4 Comments

Filed under my story

Pasanglah Kacamata Kuda

animalfromwwwmetacafeco.jpg

Filipi 3 – (13) tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,(14) dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. (15) Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Filipi 3 – (13) Akan tetapi ada satu hal yang saya perbuat, yaitu saya melupakan apa yang ada di belakang saya dan berusaha keras mencapai apa yang ada di depan. (14) Itu sebabnya saya berlari terus menuju tujuan akhir untuk mendapatkan kemenangan, yaitu hidup di surga; untuk itulah Allah memanggil kita melalui Kristus Yesus. (15) Kita semua yang sudah dewasa secara rohani, haruslah bersikap begitu. Tetapi kalau di antaramu ada yang berpendapat lain, maka Allah akan menjelaskannya juga kepadamu.

Saya ingat ada sebuah peralatan transportasi yang sekarang sudah jarang ada apalagi apalagi di Kota Jakarta ini. Waktu kecil saya sering sekali melihatnya dikampung halaman saya. Bahkan kadang saya minta kepada mama untuk mengantarkan saya pulang atau sekedar jalan-jalan menggunakan alat transportasi itu kita mengenalnya dengan sebutan Andong kalo didaerah asal saya disebut dengan nama dokar.

Yang membuat saya dulu bertanya-tanya adalah mengapa kuda yang menarik andong, selalu dipasang semacam penutup mata. Dulu saya berpikir itu adalah sebuah aksesoris bagi kuda. Karena dibadannya dipasang berbagai macam peralatan.

Sekarang saya tahu, bahwa memang kuda yang bertugas menarik andong, memang sengaja diberikan penutup mata, kita mengenal dengan istilah kacamata kuda. Dan kacamata kuda itu berfungsi untuk membuat kuda fokus, melihat kedepan sehingga menjadi lebih mudah untuk dikendalikan kusirnya (*source). Tanpa kacamata kuda, kuda akan melihat kesana kemari dan menjadi lebih susah untuk dikendalikan.

Pernahkah kita berpikir mengapa perjalanan hidup kita ini sering kali menjadi tidak terarah, dan susah untuk dikendalikan, mungkin karena kita sering kali tidak menggunakan kacamata kuda dalam kehidupan kita.

Setidaknya itu yang saya sedang renungkan. Saya sangat ingat sekali bahwa Gembala Sidang saya selalu berkata fokuslah pada kegerakan itu yang membuat kita akan menjadi berhasil. Dan sesungguhnya itu tidak mudah.

Dalam suratnya kepada jemaat filipi, paulus menuliskan sesuatu yang bagus yang menarik perhatian saya, bagaimana sikap seorang yang sudah dewasa secara rohani, yaitu melupakan apa yang dibelakang, mengarahkan diri pada apa yang ada dihadapan kita, berlari kepada tujuan.

http://4.bp.blogspot.com/_pPg8Qojvyew/R-lKEVgzcXI/AAAAAAAAASE/tcn3rRtroOI/s320/good%2Bhabits%2Bbad%2Bhabits.jpgTujuan adalah sesuatu yang penting bagi setiap kita. Dengan adanya tujuan kita akan memiliki hidup yang terarah, kita tahu bagaimana kita mau menempuh perjalanan jika kita memiliki tujuan yang jelas.

Kemampuan untuk melupakan apa yang ada dibelakang juga sesuatu yang penting. Banyak sesi-sesi konseling yang saya tangani, berasal dari ketidakmampuan kita berdamai dengan masa lalu, sehingga masa lalu menjadi trauma yang menghalangi langkah kita untuk maju. Tetapi ketika bisa berdamai dan let go dengan masa lalu, maka hal itu seperti melepaskan beban yang tidak perlu untuk dibawa saat kita hendak mencapai tujuan.

Saya sering mengatakan hal ini kepada orang yang saya konselingi “Masa lalu adalah masa lalu, dia tidak boleh mempengaruhi masa ini, dan mengacaukan masa depan

Tetapi kemampuan untuk mengarahkan diri pada apa yang ada dihadapan kita, ternyata bukanlah sesuatu yang mudah. Dan inilah kunci penting bagi kita untuk mencapai tujuan yang kita kejar dalam kehidupan kita yang diarahkan oleh Tuhan.

Sering kali kita tergoda untuk melihat yang lain, yang menurut kita mungkin lebih baik dari pada apa yang menjadi tujuan awal kita, atau juga mungkin kita begitu capek dan akhirnya tidak tahan dan memilih ingin kembali pada masa lalu kita. Orang-orang seperti ini seperti kuda yang tidak dipasangi kacamata kuda, sehingga tidak fokus, melihat kesana kemari dan menyusahkan sang kusir untuk mengarahkan jalannya kereta.

Ada dua macam hal yang bisa mengacaukan fokus kita. Yang pertama berasal dari dalam diri kita. Namanya kekuatiran, ketakutan, kemarahan, kebencian dan emosi-emosi negatif lainnya yang ada dalam hidup kita. Orang yang tidak pernah mendisiplin dirinya untuk mengatasi emosi negatif dalam dirinya, menghentikan dirinya dan menghabiskan waktunya untuk hal yang tidak berguna.

Saya sering mengamati dalam diri saya, ataupun orang-orang disekeliling saya, banyak waktu yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk melangkah maju terbuang sia-sia karena kita habiskan waktu kita dengan emosi-emosi yang negatif, membuat kita berhenti dan tidak bisa meneruskan perjalanan kita.

Saat kita marah-marah, waktu yang harusnya untuk menempuh perjalanan kita pakai untuk marah. Atau saat kita kuatir, kemudian kita down, waktu itu menjadi waktu yang terbuang yang akan memperlama kita mencapai tujuan.

Saya melatih diri saya untuk menjadi lebih positif, ketika saya kuatir dan takut saya mulai mengarahkan diri saya pada Janji-janji Tuhan dan belajar untuk mengembangkan kemampuan memotivasi diri sendiri.

Hal kedua yang bisa mengacaukan fokus kita mencapai tujuan adalah dari luar kita. Porsi terbesar dari pihak luar adalah pertikaian atau permusuhan yang kita alami. Atau mungkin juga orang-orang yang berusaha menjatuhkan kita.

http://3.bp.blogspot.com/_P3OQenNF5oU/SY-qqAJJCnI/AAAAAAAAAtE/Dh_vbkW3UTQ/s400/gaza2.jpgTapi untuk hal ini saya banyak belajar dari Abraham, saat dimana dia mungkin bisa marah dan bertengkar dengan Lot ketika gembala Lot bertengkar dengan gembalanya karena berebut lahan makanan, Abraham memilih untuk mengalah dan mengambil tempat yang lain.

Hal tersebut bukan karena Abraham tidak memiliki kekuatan untuk melawan Lot. Tapi Abraham sadar ditempat gersang sekalipun jika disertai Tuhan akan lebih membawa keberhasilan dibandingkan di tempat subur tanpa adanya Tuhan dan Abraham memiliki kemampuan untuk mengarahkan dirinya kepada sesuatu yang lebih besar dari dirinya sendiri yaitu tujuan yang diberikan Tuhan kepadanya, sehingga dia bisa tidak memperdulikan pertikaian karena dia tahu kemana tujuan dirinya.

Bayangkan berapa banyak waktu yang harus dibuang oleh Abraham jika kemudian dia harus menghentikan langkahnya dan berhenti disuatu fase bernama peperangan? Tentu tidak akan sebentar.

Kemampuan untuk Percaya akan penyertaan dan pembelaan Tuhan, kemampuan untuk membangun dan memotivasi diri, dan kemampuan untuk fokus pada tujuan dan bukan pertikaian, itulah kacamata kuda yang harus kita kenakan.

Selamat menjalankan doa dan puasa 40 hari, sebagai orang-orang yang telah dewasa secara rohani mari kita melupakan apa yang telah di belakang kita dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita dan berlari-lari kepada tujuan.

God Bless U all.


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

2 Comments

Filed under My Reflection

Tak Pernah Sia-Sia

1 Korintus 15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

yesterday

Jam sudah menunjukkan jam 6 sore. Laporan masih belum selesai dan aku harus nyampe di gereja jam 18.30. Aku mulai panik.. Sore ini mesti ngurusin acara di gereja dan aku harus hadir lebih awal. Perasaanku sungguh-sungguh tidak nyaman. Kepikiran sekali dengan deadline yang harus kupenuhi.

Otakku berkata, ayo ini deadline km mesti selesein, kalo gak pas weekly meeting bisa disobek-sobek kamu (ya ya ya aku memang suka lebay imaginasinya hahahaha)…

Hatiku berkata “Kalo kamu gak kesana gimana dengan teman-teman yang lain, acara dan segala yang telah disiapkan”

Akhirnya setelah pertempuran hati dan otak berlangsung lama, dan aku merasa tidak bisa lagi bekerja, aku memutuskan untuk meninggalkan pekerjaanku dan pergi ke greja…

today

Dimulai dengan hujan turun, badan sakit semua, karena kemaren aku full bekerja dan kemudian komsel di gereja, memimpin acara juga… mbak mi sudah berbunyi itu tandanya waktunya aku harus segera bangun.

Ough.. rasanya malas sekali ke kantor.. Masih flu, badan sakit semua, ditambah deadline yang menumpuk. Sisi Irrelevantku sudah ingin lari dengan tidak masuk kantor saja. Tapi semalam aku membaca quote dari Joyce Meyer “Make a decision every morning to say, “God has given me today, I will rejoice and be glad in it!” – Psalm 118:2″

Aku duduk disofa depan kamar dan mengumpulkan kekuatan. Dan benar, ayat itu memberikan kekuatan buat hatiku. Aku mandi dan memaksakan diriku. Dan aku berangkat kekantor.

16.00 pm

Dah report terakhir selesai dikerjakan.. Tugasku selesai, ditambah lagi dua report yang lain dibantu sama temenku… Dan aku yang berpikir tadinya bakal pulang jam 8 malam.. selesai sudah.. Aku senyum-senyum di depan kompiku sendiri hahahahaha…

Sampai akhirnya teringat satu hal, Tuhan itu gak pernah berhutang sama kita anak-anaknya. Secara perhitungan kemaren aku sudah sangat yakin gak bakal bisa kelarin kerjaan minggu ini, tapi kerjaanku selesai. Pertolongan Tuhan itu nyata.

Simple tapi ini bukanlah pertama kalinya aku mengalami. Seorang mentorku pernah bicara seperti ini

“Jaf waktu yang kamu beri untuk melayani Tuhan itu diperhitungkan oleh Tuhan, saat kamu berikan dengan motivasi yang benar, maka Tuhan akan memberikan pertolongan dan kasih karunia untuk waktu-waktu yang kamu persembahkan itu, jangan pernah kuatir!!!”

Ya, aku sangat sering mengalaminya… Disaat kuliah setelah selesai jam kuliah yang kulakukan adalah melayani di persekutuan kampusku… Dan Tuhan tetap menjagai kuliahku dengan baik.

Masih ingat waktu mengerjakan Proyek Sistem Multimedia, seorang teman langsung menawarkan usahanya dan nilaiku dapat A.

Saat Kerja Praktek juga sama, seminggu sebelum presentasi dataku hilang, tapi aku juga bisa menyelesaikan program yang kubuat selama 2 bulan hanya dalam waktu seminggu dan berakhir dengan nilai A.

Saat aku mengerjakan skripsi, dosen pembimbingku dah bilang seperti ini

“Judul yang mau kamu ambil itu materi setara S2 kamu akan kesulitan”

Dan benar aku sampai tidak tahu bagaimana mengerjakannya. Saat hampir menyerah Tuhan menunjukkan kesetiaannya, entah dari mana ada seorang yang memberikan file skripsi dia untuk kupelajari, karena materi kami satu topik, meskipun bidang detailnya berbeda (sampai hari ini aku masih belum tau siapa dia, but I know he is the angel God send to help me). Akhirnya TAku selesai dan nilaiku A.

Disaat para lulusan sulit mencari kerja, aku sudah mendapatkan bekerja sebelum aku diwisuda. Sehingga aku cuti saat sebulan masih bekerja untuk wisuda.

Aku ingat sekali pernah bicara seperti ini kepada anak rohaniku.

“Jikalau Tuhan menyertaiku PSMku, maka dia juga akan menyertai KPku. Jika dia menyertai KPku maka Tuhan juga akan menyertai Skripsiku, dan jika Tuhan menyertaiku dalam kuliah demikian juga Ia akan melakukannya dalam pekerjaanku”

Dan hari ini aku mendapatkan bukti dari apa yang aku percaya dalam Tuhan. Bulan ini aku akan moving ke perusahaan baru dengan posisi lebih baik, gaji lebih baik, dan pekerjaan yang lebih baik, bahkan lebih dari yang kuharapkan.

Sepertinya Dia sedang menunjukkan betapa Dia sangat bisa diandalkan bagi yang percaya kepadaNya…

Saat melayani Tuhan, layanilah dengan yang terbaik dan lihatlah Tuhan yang tidak pernah terlambat itu akan memberikan anugerah persis seperti yang dirancangkannya bagi kita yang mengasihi Dia…

Dia tidak pernah terlambat, sadarkah bahwa dalam Tuhan Jerih payahmu tidak sia-sia???

Regards
Jafeto


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

5 Comments

Filed under my story

Mr. Thinking and Ms. Feeling…

Supernatural.jpg Supernatural image by alibeth25 BBMku berbunyi…

x : Jaf bisa gak kita ngobrol sebentar?? aku lagi sedih
jaf : bisa aja, emang knp..
x : ini tentang si “y”..
jaf : kenapa dia mau moving ya dan ( sensor )
x : loh kok bisa tau?? Emang kamu tau dari mana??
jaf : gak tau dah berapa hari ini punya feeling tentang hal itu aja. gak ada yang kasih tau, tapi liat beberapa tulisan di twitter hehehehe…

Dan terjadi lagi, intuisiku benar. Tebakkanku tepat apa yang kurasakan sedang dialami oleh orang itu. Dan ini bukanlah pertama kalinya aku mengalami hal itu. Sering kali ada hal-hal yang bisa kuketahui begitu saja tanpa aku mendapatkan informasi. Seperti mama sakit aku sering bisa rasakan walaupun kami terpisah ratusan kilo meter..

Semalam ada juga status di FB temen dia bertanya seperti ini…

“okay, last question. Feeling or Logic ?”

Lalu berlomba-lombalah komen datang di status tersebut dengan penjelasan masing-masing untuk menguatkan apa yang dianggap benar oleh mereka.

Para Logicist (logicist = pemakai logic **hahahaha) berargumen mestinya pake logika, karena logika membuat segala sesuatu nampak masuk akal, lebih bisa dipercaya karena hal-hal yang logis adalah hal-hal yang tampak nyata bisa didengar, disentuh atau dilihat.

Sedang para Feeler (feeler = pemakai feeling) berargumen bahwa seringkali ada hal-hal yang memang tidak bisa diputuskan berdasarkan rasio saja. Kadang mesti ikuti intuisi, hal-hal yang terbaik seringkali diluar rasio kita.

Jadi sebenarnya mana yang harus kita pilih?? Haruskah kita menjalani hidup kita selalu dengan feeling kita atau dengan logika kita??

Berdasarkan peneliatian Carl Jung tentang tipe kepribadian, dia berpendapat bahwa setiap orang memiliki physcological type. Dia percaya bahwa ada 2 fungsi dasar yang dimiliki setiap orang dalam hidupnya.

Yang pertama adalah bagaimana seseorang menerima informasi, atau memahami sesuatu. Ada dua cara orang menerima informasi / memahami sesuatu melalui panca indera dan intuisi

Yang kedua adalah bagaimana seorang membuat keputusan. Manusia membuat keputusan bisa berdasarkan objective logic atau subjective feeling.

Dalam menjalani kehidupan kita, manusia memakan keempat fungsi tersebut, yaitu panca indera dan intuisi untuk mendapatkan informasi atau memahami sesuatu, logic dan feeling untuk memutuskan sesuatu. Tetapi diantara masing-masing bagian ada yang lebih cenderung kita gunakan. Itulah yang disebut sebagai dominant function kita.

Jadi saat ada pertanyaan tentang logic atau feeling, sebenarnya tidak ada yang salah atau benar, karena itu adalah preferensi, sama seperti anda tidak bisa menyalahkan orang makan bakso karena anda lebih suka makan sate. Tetapi yang disarankan adalah menyeimbangkan bagian-bagian tersebut dalam diri kita sebagai bentuk pengembangan diri.

Sensing People harus belajar juga menggunakan intuisinya. Karena ada banyak hal-hal tertentu yang tidak bisa dilihat bahkan disentuh, mereka harus dirasakan dengan hati.

“The best and most beautiful things in the world cannot be seen or even touched. They must be felt with the heart” Helen Keller

Sebaliknya orang yang kuat dengan Intuisinya harus belajar menggunakan fakta-fakta yang mereka tangkap dengan indera mereka sehingga mereka bisa belajar untuk memutuskan sesuatu dengan cepat dan efisien, sebagaimana layaknya orang thinking.

Jadi intinya adalah kita perlu tahu siapa diri kita apa kecenderungan kita (Sensing or Intuition, Thinking or Feeling), membuatnya menjadi lebih balance (walaupun tetap kecenderungan kita akan dominan) dan menggunakan semua aset dari dalam diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bertumbuh yang siap menghadapi hidup…

Salam
Jafeto


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

7 Comments

Filed under my thought

Bersatu Kita Teguh, nah kalo bercerai kita …

Ada suatu film yang sangat berkesan buat saya, sebuah film yang bercerita tentang pasukan Spartan berjumlah 300 orang, yang berhasil membuat musuh yang berjumlah puluhan ribu menjadi kalang kabut dan membangkitkan semangat orang-orang lain yang akhirnya juga menjadi bangkit dan berani melawan musuh…

Film itu berjudul ’300′ memperlihatkan kepada saya bagaimana kesatuan dan kerjasama team yang solid menjadi suatu kekuatan yang besar yang bisa menghadapi musuh yang tak terhitung banyaknya.

Dalam pembicaraan dengan teman saya terkasih, yang cantik, yang begitu cinta dan takut akan Tuhan dalam kehidupannya, saya bertukar pikiran dengannya, bahwa seringkali komunitas menjadi hancur karena mudahnya kesatuan itu dipecah belah, dihancurkan.

Dalam perjalanan saya mengenal Tuhan, sejak dari SMU dengan umur 17 tahun sampai sekarang, saya sudah kenyang sekali dengan masalah perpecahan atau minimal perselisihan di gereja. Melihat bagaimana didalam gereja yang seharusnya saling mengasihi, tetapi yang terjadi mereka membanting microphone ketika pendapatnya tidak didengarkan, atau melihat bagaimana satu kelompok berusaha memojokkan dan menghancurkan orang yang mereka tidak sukai didalam gereja. Miris melihatnya, tapi itulah fakta yang terjadi.

Perpecahan itu selalu muncul ketika kita merasa berbeda. Paling tidak itu yang coba digambarkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus (1 Korintus 1:10-17) . Dalam perbedaan kita kemudian membuat golongan dan dalam golongan-golongan tersebut kita mulai mempermasalahkan perbedaan kita satu sama lain, menaruh prasangka-prasangka dan mulai mengeluarkan perkataan-perkataan yang menjadi benih perpecahan dalam sebuah komunitas.

Lalu bagaimana supaya kita tidak menjadi orang-orang yang terlibat bahkan memicu adanya perpecahan?? Setidaknya ini yang saya coba praktekkan dalam diri saya dan komunitas saya.

.: BELAJARLAH UNTUK TERUS KONSISTEN MEMBANGUN KEHIDUPAN ROHANI :.
Christianity is not a set of rules, it is a relationship with the ruler maker

Bukan masalah berapa banyak saudara datang ke gereja, sibuk dengan banyaknya pelayanan, tetapi bagaimana kita membangun hubungan kita dengan sang Pencipta yang menyelamatkan kita. Karena sesungguhnya disinilah fondasi dari kedewasaan dan kekristenan yang benar dimulai.

Saya mengamati bahwa ketika saya tidak bisa menjaga hubungan saya dengan Tuhan, biasanya saya akan lebih mudah terpancing dengan hal-hal yang buruk. Seolah-olah seperti tidak ada rem bagi saya.

.: BELAJARLAH MENGHARGAI PERBEDAAN :.
Kedewasaan seseorang dapat diukur bagaimana mereka meresponi perbedaan yang ada disekeliling mereka. Hanya orang-orang dewasa sajalah yang mengerti bahwa setiap orang berbeda dan perlu belajar menjadi satu dalam perbedaan.

Dalam I Korintus 12:12-31Paulus menjelaskan banyaknya anggota dalam satu tubuh. Seharusnya mereka saling mendukung satu sama lain, bukan menjatuhkan. Karena masing-masing anggota memiliki fungsi yang membuat tubuh berfungsi dengan baik, dan ketika tubuh berfungsi dengan baik, maka sesungguhnya anggota-anggota juga akan mendapatkan dampak yang baik juga.

Ada satu tulisan yang saya suka tentang menghargai perbedaan kira-kira begini :

We all come in different SHAPES and SIZES.
(Kita datang dengan bentuk dan ukuran yang berbeda)
We all have STRENGTHS and weaknesses.
(Kita semua memiliki KEKUATAN dan kelemahan)

What’s right for one person may not be right for another.
(Apa yang dipikir benar oleh seseorang belum tentu benar menurut yang lain)
There are things that are important to me, that you don’t care about at all!
(Ada hal-hal yang penting bagi saya, tapi anda tidak perduli sama sekali)

And sometimes your behavior doesn’t make any sense to me.
(Kadang kala tingkah lakumu tidak masuk diakal saya)
But I want for us to understand each other, and communicate well,
(Tapi saya ingin kita mengerti satu sama lain dan berkomunikasi dengan baik)
because we live together in the same world.
(Karena kita hidup di dunia yang sama)

I know I can’t expect you to want the same things that I want.
(Saya tahu saya tidak dapat berharap kamu menjadi persis yang saya inginkan)
We are not the same person, so we will not always see things the same way.
(Kita berbeda, jadi kita tidak akan selalu melihat sesuatu dengan cara yang sama)

I have my own Thoughts and my own Ideas,
(Saya memiliki pikiran-pikiran dan ide-ide saya sendiri)
that may or may not fit into your vision of who I should be.
(Yang mungkin tidak sesuai dengan visi anda tentang siapa seharusnya saya)

By learning more about my own Personality, and about other Personality Types,
(Dengan belajar tentang personality saya dan orang lain)
I can come to a better understanding of my strengths and weaknesses.
(Saya bisa mendapat pengertian yang lebih baik tentang kekuatan dan kelemahan)
I can improve my interpersonal relationships, realign my expectations towards others,
(Saya bisa mengembangkan hubungan saya dengan orang lain, menata harapan saya terhadap orang lain)
and gain a better self-knowledge that will help me define and achieve goals.
(dan memperoleh suatu pengetahuan diri yang lebih baik yang akan menolong saya untuk mendifinisikan dan mencapai tujuan saya)
[source]

Sejak memahami bahwa orang itu berbeda, saya belajar menghargai perbedaan karena dengan perbedaan itu sebenarnya kita saling melengkapi!!

.: BELAJARLAH UNTUK TIDAK MENGHAKIMI :.


Menghakimi adalah sesuatu yang seringkali secara sadar atau tidak sadar sering kita lakukan kepada orang lain.

Kapan kita mulai menghakimi? Ketika kita melihat seseorang kemudian kita tidak suka dan mulai menempelkan label-label tertentu kepadanya dan mulai mempercayai bahwa orang tersebut seperti yang kita labeli tadi.

Yang lebih jahat lagi, biasanya penghakiman tidak kita simpan sendiri. Kita akan mulai membicarakannya dengan orang lain untuk mencari “peneguhan” dan hasilnya kita akan semakin memusuhi orang dan suasana di komunitas menjadi tidak baik.

Ada bbrp kebenaran yang perlu kita pahami tentang Penghakiman

“If you judge people, you have no time to love them.”-Mother Theresa


Saat waktu kita diinvestasikan untuk sibuk menghakimi, otomatis kita tidak ada waktu untuk mengasihi orang lain. Saat kita tidak ada waktu untuk mengasihi maka hati kita tidak akan ada kasih. Saat tidak ada kasih disitulah segala benih-benih perpecahan akan mulai tumbuh subur dihati yang tidak memilki kasih.
!Kebenarannya: Kasih itu menutupi banyak sekali dosa.

“When you judge another, you do not define them, you define yourself.” – Wayne Dyer
Menghakimi tidak menunjukkan kejelekan orang lain. Itu menunjukkan bagaimana kualitas hati kita yang sesungguhnya!
!Kebenarannya = Perkataan kita berasal dari hati kita. Kualitas hati kita dilihat dari apa yang muncul dari perkataan kita.

“Make no judgements where you have no compassion.”
Kapan kita boleh memberikan penghakiman (baca: penilaian)?? Saat kita memiliki Compassion tentang orang yang kita hakimi. Compassion adalah rasa belas kasih, ini muncul terhadap orang lain karena kita mengasihi dia. Sehingga kita tidak hanya sekedar memberikan penilaian tetapi juga punya kesediaan untuk menolong orang tersebut untuk berubah.

Saya sendiri memiliki suatu prinsip seperti ini, If we stop to jugde other, we will start to understand, and God can use us to change others life.

.: BELAJARLAH MEMBANGUN ATMOSFIR YANG POSITIF :.
Filipi 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Kata membangun itu berarti perlu ada usaha. Seandainya kita adalah sekumpulan tanaman yang ditanam disuatu ladang, maka kita membutuhkan ladang yang baik untuk membuat kita menjadi tanamanan yang sehat dan menghasilkan buah-buah yang banyak.

Karena itu perlu usaha bagi setiap kita untuk membuat ladang dimana kita ditanam menjadi subur. Kalau ladang itu subur bukan orang lain yang mendapatkan hasil yang terbaik, melainkan kita sendiri.

Benihnya adalah semua yang benar, adil, suci, manis dan sedap didengar, yang disebut kebajikan jadikanlah taburan di komunitas kita.

Agar lingkungan kita menjadi positif, mari bangun diri kita menjadi positif, karena itu yang akan kita tularkan kepada lingkungan kita.
Tipsnya menurut Norman Peale, penulis buku The Power Positive Thingking adl sebagai berikut:

1. Dengan mengucapkan hal-hal positif ketika berdialog dengan diri sendiri, seperti : “Saya pasti bisa melakukan dan menyelesaikan pekerjaan saya.” Dialog dengan diri sendiri perlu disertai rasa sayang, sambil melukiskan kesuksesan yang akan diraih.

2. Buang jauh-jauh pikiran negatif yang berkembang dalam imajinasi. Bila tak ingin merasa bersalah, frustasi, atau ragu-ragu, Anda mampu, kok. Hanya Anda, dan tak seorang pun yang harus memutuskan apa yang nyaman untuk diri Anda. Sadarlah bahwa pikiran negatif dan kecemasan hanya akan mematikan langkah menuju pintu sukses.

3. Bergaulah dengan lingkungan yang menyebarkan atmosfer yang hangat dan membangun. Pikiran positif itu menjalar dan Anda pun akan terstimulasi untuk melakukan hal serupa.

4. Berolahraga. Aktifitas fisik akan membantu Anda menjadi manusia sportif dan percaya diri.

5. Banyaklah membaca buku atau kalimat yang memberi inspirasi tentang keindahan hidup, dengan ketenangan hati dan cinta kasih.

Jadi sekali lagi mari ingat
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. (Maz 133:1-3)

Best Regards
Jafeto


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

2 Comments

Filed under my thought

Sebuah Epilog di Pagi Hari

Hari ini dimulai kembali. Nokia E63ku berteriak-teriak sejak jam tujuh pagi karena aku memasang alarm yang diulang setiap 10 menit untuk membangunkan diriku. Kuambil hpku, dalam hatiku aku ingat ups no tweet before Im saying good morning to God… Its Done dan aku segera menulis..

“Selamat Pagi Dunia”

Kubangun dan mengambil handukku, kuberjalan ke belakang dan mengambil satu gelas kosong berwarna coklat pemberian salah satu orang kaya di gereja… Aku suka gelas ini, bukan karena siapa yang memberi, tapi karena memang Gelas ini ideal utkku minum dipagi hari…

“Glek… Glek… Glek…”

Malas, itu yang kurasakan akhir-akhir ini. Otakku mengingatkanku agar aku tidak terlalu lama merasakan hal ini… Seolah membangunkan aku dari duniaku yang kubangun diantara alam kesadaran dan mimpiku yang tampaknya belum jelas, karena aku masih sangat mengantuk pagi ini…

Cepat-cepat aku mandi, kuambil peralatan mandiku…
“Greatttt” sentakku dalam hati. Sabunku masih belum beli. Kuputar otakku, dan kuisi tempat sabun yang ternyata dasarnya masih ada sabunnya, tapi tak terjangkau oleh pompa tempat sabunku dan berhasil. Meskipun tidak seperti biasanya aku berhasil mandi dengan sabun ditambah sedikit campuran air…

“Ah pandai juga aku” sebuah senyum kecil disudut bibirku mengembang. Aku mengambil shampoo dan tiba-tiba ingat semalam aku sudah memakainya. Aku kembali meletakan kembali shampoo pada tempatnya. Selesai itu aku segera menggosok gigi.. Mandi selesai…

Inilah bagian paling kusuka di pagi hari. Setalah mandi badanku rasanya segar dan bersih, dengan terbalut handuk sepinggang aku memandang ciptaan Tuhan yang luar biasa. Dua matanya yang belok, rambutnya yang tidak hitam juga tidak coklat, matanya yang berwarna coklat, kulitnya yang coklat, dengan sedikit jerawat dan muncul garis-garis tipis disekitar matanya… Ternyata sudah mulai muncul tanda penuaan kedewasaan umurku…

Kupandangi badanku, yang tidak lagi cungkring seperti dulu. Ok dadaku sudah mulai bidang, perutku yang kemaren buncit, setelah hampir 2 minggu ini kembali rajin gym, mulai kelihatan lipatan lemaknya garis-garisnya kembali. Sudah hampir aku membeli celana baru karena perutku benar-benar tidak tahu aturan.

Sekarang saatnya memakai perlengkapan untuk bertahan satu hari dijakarta. Deodorant, pelembab utk muka, parfum, aku mendekatkan mukaku ke kaca, ternyata kumis dan janggutku mulai agak tebal, saatnya bercukur.

Kubuka lemari bajuku, Dan kuambil pakaian yang sudah kurencanakan sejak semalam untuk kupakai. Hari ini adalah selasa, dressnya adalah kemeja putih, celana abu-abu, dengan jaket hitam. Kemeja yang sangat kusuka, aku membelinya disurabaya, saat diriku untuk kesekian kalinya khilaf karena mataku tak bisa menolak indahnya baju itu…
Jafeto Daniel Kristian
Celana dan Baju dalam sudah siap, kupakai semuanya. Kulihat tumpukan bajuku, lemari besar ini telah penuh.

“Saatnya untuk menyumbangkan sebagian pakaian ini atau berhenti tidak berbelanja”gumanku pada diriku sendiri… Dan tampaknya pilihan kedua 1000x jauh lebih mustahil dari yang pertama :)

Dan akhirnya aku sudah siap… Dari atas sampai bawah… Sekali lagi aku berkata pada diriku

“Jaf ayo bersiap hadapi hari ini…”

Sebuah epilog di pagi hari!!!


Dapatkan Artikel saya langsung ke email anda, masukkan email anda :

4 Comments

Filed under my story